ERITROBLASTOSIS FETALIS ADALAH PDF

Saat mengandung, terjalin suatu hubungan spesial antara ibu dan janin. Janin menerima segala hal dari sang ibu. Tapi janin terbentuk dari penyatuan gen ibu dan ayah, kadang dapat terjadi pertentangan antara ibu dan janin dan salah satu bentuknya adalah erythroblastosis fetalis ini. Apa yang dimaksud erythroblastosis fetalis? Erythroblastosis fetalis adalah peningkatan penghancuran sel darah merah janin akibat antibodi sel pertahanan tubuh ibu yang masuk ke janin lewat plasenta dan menghancurkan antigen tanda pengenal benda asing yang terdapat di sel darah merah janin. Penyakit ini penyebab penting terjadinya anemia kurang darah dan jaundice bayi kuning pada bayi baru lahir.

Author:Turan Todal
Country:Central African Republic
Language:English (Spanish)
Genre:Technology
Published (Last):13 August 2004
Pages:434
PDF File Size:13.11 Mb
ePub File Size:11.64 Mb
ISBN:879-2-85088-723-9
Downloads:1439
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Goltibar



March 8, Penyebab Eritroblastosis Fetalis Eritroblastosis fetalis adalah suatu sindroma yang ditandai oleh anemia berat pada janin dikarenakan ibu menghasilkan antibodi yang menyerang sel darah janin.

Sindroma ini merupakan hasil dari inkompabilitas kelompok darah ibu dan janin terutama pada sistem rhesus. Sistem Rhesus merupakan suatu sistem yang sangat kompleks dan masih banyak perdebatan baik mengenai aspek genetika, nomenklatur maupun interaksi antigeniknya.

Fetal anemia yang ditunjukkan dengan jumlah eritroblas yang ada dalam sirkulasi darah menggambarkan sindroma ini. Rhesus positif rh positif adalah seseorang yang mempunyai rh-antigen pada eritrositnya sedang Rhesus negatif rh negatif adalah seseorang yang tidak mempunyai rh-antigen pada eritrositnya. Antigen pada manusia tersebut dinamakan antigen-D dan merupakan antigen yang berperan penting dalam transfusi. Sistem golongan darah Rhesus merupakan antigen yang terkuat bila dibandingkan dengan sistem golongan darah lainnya.

Anti D merupakan antibodi imun tipe IgG dengan berat molekul Imun antibodi IgG anti-D dapat melewati plasenta dan masuk kedalam sirkulasi janin, sehingga janin dapat menderita penyakit hemolisis. Penyakit hemolisis pada janin dan bayi baru lahir adalah anemia hemolitik akut yang diakibatkan oleh alloimun antibodi anti-D atau inkomplit IgG antibodi golongan darah ABO dan merupakan salah satu komplikasi kehamilan.

Antibodi maternal isoimun bersifat spesifik terhadap eritrosit janin dan timbul sebagai reaksi terhadap antigen eritrosit janin. Penyebab hemolisis tersering pada neonatus adalah pasase transplasental antibodi maternal yang merusak eritrosit janin.

Secara garis besar, terdapat dua tipe penyakit inkompabilitas yaitu: inkompabilitas Rhesus dan inkompabilitas ABO. Keduanya mempunyai gejala yang sama, tetapi penyakit Rh lebih berat karena antibodi anti Rh yang melewati plasenta lebih menetap bila dibandingkan dengan antibodi anti-A atau anti-B. Penyebab Produksi eritroblas yang berlebihan dapat menyebabkan pembesaran hati dan limpa yang selanjutnya dapat menyebabkan rusaknya hepar dan ruptur limpa. Pada saat berkurangnya faktor pembekuan dapat menyebabkan terjadinya perdarahan yang banyak dan dapat memperberat komplikasi.

Lebih dari antigen terdapat pada permukaan eritrosit, tetapi secara klinis hanya sedikit yang penting sebagai penyebab penyakit hemolitik. Kurangnya antigen eritrosit dalam tubuh berpotensi menghasilkan antibodi jika terpapar dengan antigen tersebut. Antibodi tersebut berbahaya terhadap diri sendiri pada saat transfusi atau berbahaya bagi janin. Hidrops Fetalis Hemolisis yang berat biasanya terjadi oleh adanya sensitisasi maternal sebelumnya, misalnya karena abortus, ruptur kehamilan di luar kandungan, amniosentesis, transfusi darah Rhesus positif atau pada kehamilan kedua dan berikutnya.

Penghancuran sel-sel darah merah dapat melepaskan pigmen darah merah hemoglobin , yang mana bahan tersebut dikenal dengan bilirubin.

Bilirubin secara normal dibentuk dari sel-sel darah merah yang telah mati, tetapi tubuh dapat mengatasi kekurangan kadar bilirubin dalam sirkulasi darah pada suatu waktu. Hidrops fetalis adalah suatu sindroma ditandai edema menyeluruh pada bayi, asites dan pleural efusi pada saat lahir. Perubahan patologi klinik yang terjadi bervariasi, tergantung intensitas proses. Pada kasus parah, terjadi edema subkutan dan efusi ke dalam kavum serosa hidrops fetalis.

Hemolisis yang berlebihan dan berlangsung lama akan menyebabkan hiperplasia eritroid pada sumsum tulang, hematopoesis ekstrameduler di dalam lien dan hepar, pembesaran jantung dan perdarahan pulmoner. Asites dan hepatosplenomegali yang terjadi dapat menimbulkan distosia akibat abdomen janin yang sangat membesar.

Hidrothoraks yang terjadi dapat mengganggu respirasi janin.

4AA0 8284ENW PDF

Eritroblastosis Fetalis, Penyebab, Dampak, dan Penanganan

Penyebab Eritroblastosis Fetalis Eritroblastosis fetalis adalah suatu sindroma yang ditandai oleh anemia berat pada janin dikarenakan ibu menghasilkan antibodi yang menyerang sel darah janin. Sindroma ini merupakan hasil dari inkompabilitas kelompok darah ibu dan janin terutama pada sistem rhesus. Sistem Rhesus merupakan suatu sistem yang sangat kompleks dan masih banyak perdebatan baik mengenai aspek genetika, nomenklatur maupun interaksi antigeniknya. Fetal anemia yang ditunjukkan dengan jumlah eritroblas yang ada dalam sirkulasi darah menggambarkan sindroma ini. Rhesus positif rh positif adalah seseorang yang mempunyai rh-antigen pada eritrositnya sedang Rhesus negatif rh negatif adalah seseorang yang tidak mempunyai rh-antigen pada eritrositnya. Antigen pada manusia tersebut dinamakan antigen-D dan merupakan antigen yang berperan penting dalam transfusi. Sistem golongan darah Rhesus merupakan antigen yang terkuat bila dibandingkan dengan sistem golongan darah lainnya.

BX5 D2 PDF

Gejala Hidrops Fetalis Pada Eritroblastosis Fetalis

Sindroma ini merupakan hasil dari inkompabilitas kelompok darah ibu dan janin terutama pada sistem rhesus. Sistem Rhesus merupakan suatu sistem yang sangat kompleks dan masih banyak perdebatan baik mengenai aspek genetika, nomenklatur maupun interaksi antigeniknya. Fetal anemia yang ditunjukkan dengan jumlah eritroblas yang ada dalam sirkulasi darah menggambarkan sindroma ini. Rhesus positif rh positif adalah seseorang yang mempunyai rh-antigen pada eritrositnya sedang Rhesus negatif rh negatif adalah seseorang yang tidak mempunyai rh-antigen pada eritrositnya. Antigen pada manusia tersebut dinamakan antigen-D dan merupakan antigen yang berperan penting dalam transfusi. Sistem golongan darah Rhesus merupakan antigen yang terkuat bila dibandingkan dengan sistem golongan darah lainnya.

HIBISCUS SABDARIFFA PROPIEDADES PDF

Erythroblastosis Fetalis: Pertentangan darah antara ibu dan janin

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai penanganan penyakit eritroblastosis fetalis. Sebelumnya , pernah dengar tidak tentang penyakit ini? Istilah eritroblastosis mungkin cukup asing di telinga pembaca, tapi mari kita pahami satu per satu. Eritroblastosis berasal dari kata eritrosit yaitu sel darah merah dan juga fetalis atau fetal yaitu berarti janin atau bayi.

CANON IR5050 SCAN TO PDF

Penyebab Eritroblastosis Fetalis

March 8, Penyebab Eritroblastosis Fetalis Eritroblastosis fetalis adalah suatu sindroma yang ditandai oleh anemia berat pada janin dikarenakan ibu menghasilkan antibodi yang menyerang sel darah janin. Sindroma ini merupakan hasil dari inkompabilitas kelompok darah ibu dan janin terutama pada sistem rhesus. Sistem Rhesus merupakan suatu sistem yang sangat kompleks dan masih banyak perdebatan baik mengenai aspek genetika, nomenklatur maupun interaksi antigeniknya. Fetal anemia yang ditunjukkan dengan jumlah eritroblas yang ada dalam sirkulasi darah menggambarkan sindroma ini. Rhesus positif rh positif adalah seseorang yang mempunyai rh-antigen pada eritrositnya sedang Rhesus negatif rh negatif adalah seseorang yang tidak mempunyai rh-antigen pada eritrositnya. Antigen pada manusia tersebut dinamakan antigen-D dan merupakan antigen yang berperan penting dalam transfusi. Sistem golongan darah Rhesus merupakan antigen yang terkuat bila dibandingkan dengan sistem golongan darah lainnya.

Related Articles