KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI PDF

Usaha Perbaikan Gizi Keluarga UPGK adalah usaha perbaikan gizi masyarakat yang berintikan penyuluhan gizi, melalui peningkatan peran serta Senin, 01 Maret Sampai akhir tahun an di Indonesia tidak banyak terdengar laporan kejadian yang terhubung dengan vaksin tetapi semakin lama hal itu semakin sering ditemukan dengan semakin luasnya cakupan program imunisasi, terlebih lagi dengan adanya program Pekan Imunisasi Nasional PIN dengan cakupan dan publikasi yang begitu luas pada pertengahan tahun maka masalah mordibitas yang dihubungkan dengan imunisasi semakin menjadi perhatian masyarakat luas. Karena faktor kekurangtahuan serta informasi yang tidak memadai maka mulai timbul berbagai kekhawatitran serta keengganan orang tua untuk mengikut serta kan anak nya dalam program imunisasi. Induksi vaksin 4. Kecenderungan sebaliknya bila kelompok populasi lain mendapat vaksin dengan batch yang sama tapi tidak terdapat masalah atau bila sebagian populasi setempat dengan karakteristik serupa yang tidak di imunisasi tapi justru menunjukan masalah tersebut 2 Induksi vaksin Gejala KIPI karena Induksi vaksin umumnya sudah dapat diprediksi terlebih dahulu karena merupakan reaksi simpang vaksin dan secara klinis biasanya ringan.

Author:Faukree Moogular
Country:Gabon
Language:English (Spanish)
Genre:Automotive
Published (Last):4 October 2013
Pages:262
PDF File Size:16.5 Mb
ePub File Size:2.65 Mb
ISBN:786-5-89123-460-3
Downloads:24554
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kagazilkree



PENDAHULUAN Masalah keamanan vaksin sebetulnya sudah sejak lama menjadi perhatian para klinis tetapi tampaknya pada masa belakangan ini menjadi lebih menonjol karena sering kali sering kali di hubungkan dengan mordibitas berbagai penyakit tertentu. Di Indonesia tidak banyak terdengar laporan kejadian yang terhubung dengan vaksin tetapi semakin lama hal itu semakin sering ditemukan dengan semakin luasnya cakupan program imunisasi, terlebih lagi dengan adanya program Pekan Imunisasi Nasional PIN dengan cakupan dan publikasi yang begitu luas masalah mordibitas yang dihubungkan dengan imunisasi semakin menjadi perhatian masyarakat luas.

Karena faktor kekurangtahuan serta informasi yang tidak memadai maka mulai timbul berbagai kekhawatitran serta keengganan orang tua untuk mengikut serta kan anak nya dalam program imunisasi. Pada keadaan tertentu lama pengamatan KIPI dapat mencapai masa 42 hari arthritis kronik pasca vaksinasi rubella , atau bahkan 42 hari infeksi virus campak vaccine-strain pada pasien imunodefisiensi pasca vaksinasi campak, dan polio paralitik serta infeksi virus polio vaccine-strain pada resipien non imunodefisiensi atau resipien imunodefisiensi pasca vaksinasi polio.

Pada umumnya reaksi terhadap obat dan vaksin dapat merupakan reaksi simpang adverse events , atau kejadian lain yang bukan terjadi akibat efek langsung vaksin. Reaksi simpang vaksin antara lain dapat berupa efek farmakologi, efek samping side-effects , interaksi obat, intoleransi, reaksi idoisinkrasi, dan reaksi alergi yang umumnya secara klinis sulit dibedakan. Reaksi alergi dapat terjadi terhadap protein telur vaksin campak, gondong, influenza, dan demam kuning , antibiotik, bahan preservatif neomisin, merkuri , atau unsure lain yang terkandung dalam vaksin.

Kejadian yang bukan disebabkan efek langsung vaksin dapat terjadi karena kesalahan teknik pembuatan, pengadaan dan distribusi serta penyimpanan vaksin, kesalahan prosedur dan teknik pelaksanaan imunisasi, atau semata-mata kejadian yang timbul secara kebetulan. Kejadian yang memang akibat imunisasi tersering adalah akibat kesalahan prosedur dan teknik pelaksanaan pragmatic errors. Oleh karena itu untuk menentukan KIPI diperlukan keterangan mengenai : besar frekuensi kejadian KIPI pada pemberian vaksin tertentu sifat kelainan tersebut lokal atau sistemik derajat sakit resipien apakah penyebab dapat dipastikan, diduga, atau tidak terbukti apakah dapat disimpulkan bahwa KIPI berhubungan dengan vaksin, kesalahan produksi, atau kesalahan prosedur KN PP KIPI membagi penyebab KIPI menjadi 5 kelompok faktor etiologi menurut klasifikasi lapangan WHO Western Pacific , yaitu : 1.

Kesalahan tersebut dapat terjadi pada berbagai tingkatan prosedur imunisasi, misalnya: Dosis antigen terlalu banyak Sterilisasi semprit dan jarum suntik Jarum bekas pakai Kontaminasi vaksin dan perlatan suntik Penyimpanan vaksin Jenis dan jumlah pelarut vaksin Tidak memperhatikan petunjuk produsen Kecurigaan terhadap kesalahan tata laksana perlu diperhatikan apabila terdapat kecenderungan kasus KIPI berulang pada petugas yang sama. Reaksi suntikan Semua gejala klinis yang terjadi akibat trauma tusuk jarum suntik baik langsung maupun tidak langsung harus dicatat sebagai reaksi KIPI.

Reaksi suntikan langsung misalnya rasa sakit, bengkak dan kemerahan pada tempat suntikan, sedangkan reaksi suntikan tidak langsung misalnya rasa takut, pusing, mual, sampai sinkope. Induksi vaksin reaksi vaksin Gejala KIPI yang disebabkan induksi vaksin umumnya sudah dapat diprediksi terlebih dahulu karena merupakan reaksi simpang vaksin dan secara klinis biasanya ringan.

Walaupun demikian dapat saja terjadi gejala klinis hebat seperti reaksi anafilaksis sistemik dengan resiko kematian. Reaksi simpang ini sudah teridentifikasi dengan baik dan tercantum dalam petunjuk pemakaian tertulis oleh produsen sebagai indikasi kontra, indikasi khusus, perhatian khusus, atauberbagai tindakan dan perhatian spesifik lainnya termasuk kemungkinan interaksi obat atau vaksin lain.

Petunjuk ini harus diperhatikan dan ditanggapi dengan baik oleh pelaksana imunisasi. Faktor kebetulan koinsiden Seperti telah disebutkan di atas maka kejadian yang timbul ini terjadi secara kebetulan saja setelah diimunisasi. Indicator faktor kebetulan ini ditandai dengan ditemukannya kejadian yang sama disaat bersamaan pada kelompok populasi setempat dengan karakterisitik serupa tetapi tidak mendapatkan imunisasi. Penyebab tidak diketahui Bila kejadian atau masalah yang dilaporkan belum dapat dikelompokkan kedalam salah satu penyebab maka untuk sementara dimasukkan kedalam kelompok ini sambil menunggu informasi lebih lanjut.

Biasanya denagn kelengkapan informasi tersebut akan dapat ditentukan kelompok penyebab KIPI. Pada umumnya makin cepat KIPI terjadi makin cepat gejalanya. Reaksi KIPI.

CRIME AND PUNISHMENT RICHARD PEVEAR AND LARISSA VOLOKHONSKY PDF

Apa Itu Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan Berbahaya Tidak?

PENDAHULUAN Masalah keamanan vaksin sebetulnya sudah sejak lama menjadi perhatian para klinis tetapi tampaknya pada masa belakangan ini menjadi lebih menonjol karena sering kali sering kali di hubungkan dengan mordibitas berbagai penyakit tertentu. Di Indonesia tidak banyak terdengar laporan kejadian yang terhubung dengan vaksin tetapi semakin lama hal itu semakin sering ditemukan dengan semakin luasnya cakupan program imunisasi, terlebih lagi dengan adanya program Pekan Imunisasi Nasional PIN dengan cakupan dan publikasi yang begitu luas masalah mordibitas yang dihubungkan dengan imunisasi semakin menjadi perhatian masyarakat luas. Karena faktor kekurangtahuan serta informasi yang tidak memadai maka mulai timbul berbagai kekhawatitran serta keengganan orang tua untuk mengikut serta kan anak nya dalam program imunisasi. Pada keadaan tertentu lama pengamatan KIPI dapat mencapai masa 42 hari arthritis kronik pasca vaksinasi rubella , atau bahkan 42 hari infeksi virus campak vaccine-strain pada pasien imunodefisiensi pasca vaksinasi campak, dan polio paralitik serta infeksi virus polio vaccine-strain pada resipien non imunodefisiensi atau resipien imunodefisiensi pasca vaksinasi polio. Pada umumnya reaksi terhadap obat dan vaksin dapat merupakan reaksi simpang adverse events , atau kejadian lain yang bukan terjadi akibat efek langsung vaksin. Reaksi simpang vaksin antara lain dapat berupa efek farmakologi, efek samping side-effects , interaksi obat, intoleransi, reaksi idoisinkrasi, dan reaksi alergi yang umumnya secara klinis sulit dibedakan.

BUNDESELTERNGELDGESETZ 2012 PDF

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Kapan Perlu Diwaspadai?

Oleh Kemal Al Fajar Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum Vaksin atau suatu substansi yang diberikan saat pelaksanaan imunisasi merupakan jenis intervensi medis untuk memunculkan kekebalan terhadap kuman atau virus penyebab penyakit tertentu. Upaya imunisasi telah terbukti secara medis efektif dalam mencegah infeksi dan kematian akibat penyakit menular. Upaya imunisasi juga merupakan hal penting dalam upaya pengendalian dan pemberantasan penyakit sehingga penularan penyakit menjadi lebih jarang atau bahkan diberantas dari lingkungan masyarakat. Meskipun demikian, masih ada sedikit peluang munculnya suatu kondisi atau reaksi tubuh setelah imunisasi yang banyak dikhawatirkan orang.

EPICONDILITIS MEDIAL PDF

.

LIBRO OPALO BLANCA ALVAREZ PDF

.

Related Articles