KOMNAS LANSIA PDF

Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka Hari Lansia Nasional yang jatuh pada 29 Mei Dalam pembukaannya, Ansori Sinungan selaku Pelapor Khusus Hak-Hak Penyandang Disabilitas dan Lansia menyampaikan bahwa acara tersebut bertujuan untuk koordinasi dan sharing terkait dengan upaya pemenuhan dan perlindungan hak-hak Lansia, serta memetakan persoalan yang dihadapi oleh Lansia. Adhi Santika dari Yayasan Swasti Suarna menyampaikan bahwa ada dua istilah yang berbeda dalam isu Lansia, yaitu menyangkut orang person dan kelanjut-usiaan aging atau proses menjadi tua. Selama ini, Lansia menerima stigma negatif sebagai kelompok yang tidak produktif dan menjadi beban bagi negara dan publik burden. Padahal, dari sekitar 25 juta Lansia, 80 persen diantaranya masih produktif. Mereka tergabung dalam asosiasi atau perkumpulan secara formal.

Author:Tojajora Jutaur
Country:Denmark
Language:English (Spanish)
Genre:Education
Published (Last):18 January 2015
Pages:196
PDF File Size:18.50 Mb
ePub File Size:13.71 Mb
ISBN:233-5-30708-166-6
Downloads:85387
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Dizahn



Ternyata apa yang ada di pikiran audiens tentang usia lanjut relatif negatif dan pejoratif: ompong, keriput, cerewet, menyebalkan, beban keluarga dan masyarakat, orang rentan, tidak mempunyai kapabilitas, harus dituntun, dan anggapan minor lainnya. Kenyataan yang ada, seperti diakui oleh Sekretaris Komnas Lansia, kondisi lansia di Indonesia memang masih memperihatinkan. Permasalahan utama yang dihadapi lanjut usia adalah penurunan kemampuan fisik dan ekonomi, sementara kebutuhan perawatan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan hidup semakin meningkat.

Kemiskinan, keterlantaran dan kecacatan pada lanjut usia menyebabkan ketergantungan mereka secara ekonomi. Diperkirakan sejumlah 3,3 juta lanjut usia memerlukan pelayanan sosial, sebagian besar diantaranya terlantar dan memerlukan upaya perlindungan khusus. Nestapa hidup yang diderita oleh sebagian lansia sebenarnya tidak saja disebabkan oleh faktor internal lansia bersangkutan, bahwa dia tidak mempersiapkan masa tuanya sejak dini, baik persiapan di bidang ekonomi, kesehatan, dan kemampuan berkarya di tengah masyarakat.

Sebagiannya disebabkan oleh sikap masyarakat yang memberikan pembatasan dan bahkan isolasi secara sosial terhadap para lansia. Inten Soeweno, Ketua II Komnas Lansia, memberikan contoh sikap atau omongan masyarakat yang membatasi ruang gerak dan aktivitas lansia.

Udahlah, kamu kan udah tua, di rumah aja, biarkanlah yang lebih muda untuk mengurus ini-itu.? Atau seorang anak kepada orang tuanya yang sudah berusia lanjut,? Pembatasan atau pengungkungan terhadap lansia adalah sebuah sikap keliru. Sikap tersebut selain menyebabkan lansia kehilangan kepercayaan diri, frustasi, dan berdiam diri, juga akan berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mentalnya. Ujung-ujungnya akan berakibat pada ketergantungan apa-apa minta bantuan orang atau keluarga dan sakit-sakitan.

Nugroho Abikusno, M. Lansia tidak hanya mempunyai hak tetapi juga kewajiban kepada masyarakat dan sesama warga Negara. Hak Lansia termasuk untuk hidup mandiri dan dengan harga diri. Kewajiban lansia termasuk tetap aktif di dalam masyarakat, membagi kearifan dan pengalaman serta menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi pada saat itu.

Pandangan positif lansia harus dipromosikan dan menghapus semua stereotipi negatif dan sikap yang menyebabkan pemisahan lansia di dalam masyarakat? Sikap positif dari masyarakat merupakan salah satu syarat agar para lansia menjalani masa tuanya dengan bahagia dan mampu menyumbangkan pemikiran dalam membangun negara. Pembatasan, apalagi pengisolasian dari kehidupan sosial kemasyarakatan, yang telah dibuat terhadap lansia perlu dihilangkan.

Komnas Lansia akan mengupayakan lahirnya kebijakan yang mengintegrasikan lansia ke dalam masyarakat. Lansia juga menginginkan hak untuk menentukan nasib mereka sendiri dan diberdayakan untuk mengatasi masalah mereka sendiri. Komnas lansia mengimbau kepada masyarakat, terutama keluarga lansia, untuk menghindarkan sejauh mungkin pikiran untuk menitipkan para lansia kepada tempat pelayanan sosial lansia atau panti jompo.

Hal tersebur berarti pemisahan lansia dari keluarga dan masyarakatnya. Tempat terbaik bagi kesejahteraan lansia adalah di tengah keluarga dan masyarakatnya? Kesejahteraan lansia itu, jelas Ketua II Komnas Lansia, bisa dilihat dari tiga hal, yaitu cara berpikir, didukung oleh kondisi keuangan yang cukup, dan bahagia lahir batin. Berada di tengah keluarga yang harmonis adalah faktor utama bagi kebahagiaan lahir batin lansia, selain rasa hormat dan penghargaan dari anak-cucu dan masyarakatnya.

Kalau masyarakat atau anakcucu menitipkan lansia di panti jompo maka lansia bersangkutan akan merasa dicampakkan atau disingkirkan oleh keluarganya. Itu merupakan pukulan batin yang hebat dan potensial menggerogoti kesehatan dan semangat dia menjalani sisa hidup. Sosialisasi Untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat yang berhubungan dengan lansia, Komnas Lansia melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Sampai saat ini sosialisasi tersebut secara gencar telah dilakukan kepada berbagai pihak. Salah satu upaya yang ditempuh adalah melakukan penyadaran kepada pemerintah daerah untuk membentuk Komisi Daerah Komda Lansia. Komda Lansia diharapkan menjadi perpanjangan tangan dari Komnas Lansia,? Toni Hartono. Pertama mengadakan rapat koordinasi Rakor antara Komnas dengan Komda di Jakarta. Jadi Komnas Lansia mengundang pihak daerah yang terkait erat dengan persoalan lansia.

Perwakilan daerah yang datang adalah pihak Dinas Sosial dan Pemda. Tetapi untuk daerah yang Komda Lansia-nya sudah terbentuk atau positif akan terbentuk, maka yang datang adalah unsur Dinsos dan Ketua atau calon Ketua Komda?

Komnas Lansia sudah mengadakan Rakor sebanyak dua kali, yaitu pada tanggal 17? Tahapan kedua yang dilakukan Komnas Lansia dalam rangka pembentukan Komda Lansia adalah melakukan kunjungan ke daerah dalam rangka sosialisasi Komnas Lansia dan penjajakan pembentukan Komda Lansia.

Sebagaimana halnya Komnas Lansia, keanggotaan Komda Lansia juga berasal dari unsur pemerintah, unsur perguruan tinggi, unsur dunia usaha, dan unsur LSM. Puskesmas Santun Lansia Kebutuhan perawatan kesehatan adalah hal krusial yang hampir dialami oleh setiap lansia.

Seiring per tumbuhan umur, ketahanan tubuh para lansia pun banyak mengalami penurunan. Selain itu, gangguan jantung, asma, gangguan ginjal, penyakit diabetes mellitus dan jatuh dialami oleh sekitar 5? Kondisi demikian menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan usia lanjut sangat dibutuhkan. Dan peran Puskesmas Pusat Kesehatan Masyarakat dalam hal ini sangat vital. Dalam Sistem Kesehatan Nasional, Puskemas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang berada di tengah-tengah masyarakat.

Puskesmas sangat besar peranannya dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat dengan pencegahan penyakit dan menunda kecacatan. Dalam kaitannya dengan kelanjutusiaan dan penyakit generatif, Prof. Tri Budi W. Rahardjo, Anggota Komnas Lansia menyatakan bahwa peran Puskesmas harus dibuat peka usia, termasuk kesehatan lanjut usia. Tri menjelaskan bahwa Puskesmas Santun Usia Lanjut adalah Puskesmas yang melakukan pelayanan kesehatan kepada prausia lanjut dan usia lanjut meliputi aspek promotif meningkatkan kesehatan , preventif mencegah , kuratif menolong menyembuhkan dan rehabilitatif pemulihan dengan lebih menekankan unsur-unsur: Pertama, pro aktif berupa pelayanan kesehatan pada saat kegiatan dan kunjungan rumah.

Kedua, kemudahan proses pelayanan berupa fasilitas loket dan ruang pemeriksaan tersendiri. Ketiga, santun, artinya secara proporsional memberikan perlakuan sopan, hormat, menghargai dan memberikan dukungan untuk mendorong kemandirian. Hal keempat yang ditekankan adalah dilakukan oleh tenaga profesional, yang penatalaksanaannya terkoordinasi dengan unsur lintas sektor maupun swasta berdasarkan kemitraan. Dan kelima melaksanakan pelayanan dengan standar baku yang berlaku. Sejauh mana kebijakan Puskesmas Santuan Usia Lanjut ser ta prinsip WHO dalam pelayanan kesehatan lansia tersebut telah dilaksanakan di Puskesmas Santun lansia yang ada, masih perlu dipastikan oleh Komnas Lansia.

Karena itu dalam tahun ini Komnas Lansia akan melakukan penelitian mengenai hal tersebut di Puskesmas Santuan Lanjut Usia. Selain melakukan evaluasi terhadap implementasi kebijakan Puskesmas Lansia, hasil penelitian ini juga akan dijadikan sebagai tahap awal oleh Komnas Lansia untuk menyusun rekomendasi tentang Puskesmas Santun Lansia yang betul-betul mampu memberikan pelayanan ideal kepada para lansia sehingga kemandirian para lansia bisa dipertahankan selama mungkin.

Afr Share this:.

APOSTILA DE KARATE SHOTOKAN PDF

KOMNAS LANSIA PDF

Gocage A list of the most popular web browsers can be found below. Thus every person knowing will instruct the enactment of this Law and its placement in the Republic of Indonesia State Letters. Recreational and sport facilities objective is an effort providing happiness and fitness to lnsia persons so that they can enjoy their pastime through specific recreation and sports. Access to public facilities, and infrastructure objective is to show appreciation and award older persons.

ASTM D4762 PDF

Hari Lanjut Usia (Indonesia)

Tagore Born allegra d vs benadryl [www. Born in New York City, Lohan began modeling at age three. The most popular sp Baca seluruh komentar ini BEING an old is the fact that we cannot refuse, but how we lived in the elderly life is our choice. Price Quote For Drug Paxil [i12earnmoney.

6ES7 138 4DA04 0AB0 PDF

.

SORA E YASEEN PDF

.

Related Articles